“Terwujudnya Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Kompetitif, Terampil dan Berkarakteristik"

Seminar dan Lokakarya Pendidikan Tahun2015

Written by Minggu, 08 November 2015 04:51

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) melakukan seminar dan Lokakarya tentang perencanaan dan berbagai isu pendidikan dengan tema meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi Berdasarkan Karakteristik Kabupaten Ende Menuju masyarakat yang Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan.

Ketua Panitia Penyelenggara Seminar dan Lokarya pada Dinas PPO Kabupaten Ende Lambertus Sigasare, ST.M.Eng, mengatakan ini dalam laporannya pada Kegiatan Seminar dan Lokarya Tentang Perencanaan Berbagai Isu Pendidikan di Aula H.J.Gadi Djou Jl. Sam Ratulangi (Senin, 21/09/2015).

Penyelenggaraan Seminar dan Lokarya menurut Ebi Sigasare, sebagai salah satu perencanaan pendidikan dalam upaya menyeragamkan visi maupun misi guna pencapaian target sesuai indikator kinerja bidang pendidikan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2014-2019, sekaligus mensinergikan implementasi kebijakan, dan tanggung jawab ke depan antara pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten sehingga mampu mengakomodasi setiap perubahan dan tantangan yang ada.

Ebi menjelaskan, pada kegiatan tersebut juga dilakukan Launching Website Dinas PPO Kabupaten Ende serta pameran Buku Murah dari penerbit Erlangga dan Penerbit Masmedia Cabang Ende. Ia menambahkan, Peserta yang hadir dalam kegiatan Seminar dan Lokakarya berjumlah 899 peserta yang terdiri dari Kepala SKPD, para Camat, para Lurah, dan para Kepala Desa serta para kepala Sekolah TK/Paud, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, para kepala UPTD dan para pengawas se-Kabupaten Ende juga tokoh pendidikan, rektor perguruan tinggi dan ketua yayasan pendidikan yang ada di Kabupaten Ende. (Humas/Ende/Inggrita Dewi)

PENDIDIKAN ENDE BERGERAK FLUKTUATIF

Written by Jumat, 04 September 2015 06:56

Perkembangan pendidikan di wilayah Kabupaten Ende bergerak fluktuatif dalam  beberapa dekade terakhir. Pada tahun 1970-1980 sebagai masyarakat Kabupaten Ende pastinya berbangga, karena pada rentang waktu tersebut Kabupaten Ende dikenal sebagai kota pelajar dan menjadi barometer pendidikan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur. Bupati Marselinus Y. W. Petu mengatakan ini dihadapan para kepala sekolah dasar dan UPTD se-Kabupaten Ende di Aula BBK Ende, Jln.Wirajaya (Jumat,26/5/15).


Bupati Marsel Petu mengakui, walaupun pendidikanKkabupaten Ende di era 1970-an mengalami masa kejayaannya namun mulai pertengahan tahun 1990-an pendidikan di Kabupaten Ende mulai mengalami kemerosotan. Kondisi ini diperparah pada tahun 2010-2012 yang merupakan masa kelam bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ende, dimana hasil UN SMA/SMK dan SMP berada pada peringkat terakhir dari 21 Kabupaten di Propinsi NTT. Namun selama periode 2009-2014 pendidikan di Ende mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan hasil ujian sekolah untuk SD/MI/SDLB berada pada peringkat 6 sampai dengan 8 di tingkat propinsi NTT.

Perkembnagan hasil pendidikan di Kabupaten Ende ini kata bupati, disebabkan oleh kondisi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki seperti masih terbatasnya sumber daya baik itu guru maupun sarana/prasarana pendidikan. Menyikapi kondisi ini demikian Marsel, pemerintah Kabupaten Ende selalu  berupaya memperbaiki pengelolaan pendidikan dalam berbagi aspek sehingga dapat menghasilkan manusia yang cerdas, terampil dan kompetitif.

Ia menambahkan, walaupun Kabupaten Ende pernah mengalami kemorosatan hasil pendidikan, namun setidaknya Kabupaten Ende harus berbangga karena Kabupaten Ende tidak pernah melaksanakan UN/US dengan cara-cara yang tidak jujur. Hal ini terbukti dengan masuknya kabupaten Ende sebagai salah satu penyelenggara UN terjujur di Indonesia. Selain itu menurutnya lagi, hanya Kabupaten Ende yang menerapkan perhitungan kelulusan di tingkat kabupaten dengan standar yang disiapkan oleh masing-masing SD/MI. Cara ini tentunya untuk meminimalisir terjadinya manipulasi standar kelulusan dalam penentuan kelulusan siswa. “Walau dunia pendidikan kita belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, tapi setidaknya kita harus berbangga karena kita tidak pernah melaksanakan UN/US dengan cara-cara yang tidak jujur, karena seperti yang saya sampaikan awal yang kita kejar adalah kualitas siswa bukan nilai ujian, ”ujarnya. (Humas Ende/Helen Mei (eln))

Salam satu data, pendataan Ulang PNS Secara online akan segera dimulai pada awal September 2015. Seperti pepatah “Sedia payung sebelum hujan” mungkin pepatah itu juga menjadi semangat kita dalam menghadapi pendataan PNS melalui aplikasi PUPNS 2015. Perlu di ketahui oleh rekan PNS se Indonesia bahwa dalam Pendataan PNS secara online perlu di persiapkan beberapa berkas untuk masing – masing PNS siapkan sebagai pedoman pengentrian Data melalui Aplikasi PUPNS 2015. Berkas yang harus disiapkan antara lain :

  • Foto kopi SK 80 %
  • Foto kopi SK 100 %
  • Foto kopi Konfersi NIP
  • Foto kopi Karpek biasa
  • Foto kopi Karpek Elektrik
  • Foto kopi SK Pangkat Awal sampai Terakhir.
  • Foto kopi SK Berkala Terakhir.
  • Foto kopi SK jabatan awal smp dgn SK Jabatan Akhir.
  • Foto kopi SK Tugas Belajar
  • Foto kopi SK Ijin Belajar
  • Foto kopi Ijasah & Transkip Nilai yang di pakai pada saat Pengangkatan CPNS
  • Foto kopi Ijisah & Transkip nilai yang di pakai pada SK pangkat terakhir.
  • Foto kopi Berita Acara Sumpah PNS
  • Foto kopi KTP
  • Foto kopi NPWP
  • Foto kopi BPJS / ASKES
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Bagi Guru siap2 juga Akta mengajar Apa bila di butuhkan.
  • Buku Nikah

Alangkah baiknya mulai sekarang anda mempersiapkan data / berkas tersebut agar saat pendataan dimulai anda tidak mengalami kendala sehingga proses registrasi PNS secara online bisa terlaksana dengan lancar. Mudah – mudahan semua persyaratan Pendataan Ulang PNS Secara Online melalui APlikasi PUPNS bisa di persiapkan dengan mudah sehingga rekan PNS tidak bingung ketika melakukan entri data nantinya.

Semoga infomasi di atas bisa bermanfaat untuk semua dan menjadi referensi dalam pendataan Ulang PNS 2015.

Aplikasi Dapodikdas V.4.0.0 yang dirilis pada tanggal 31 Juli 2015 untuk entry data pokok pendidikan untuk semester I (ganjil) tahun ajaran 2015/2016 tentu memiliki batas akhir dalam rangka kualitas data.

Pengerjaan aplikasi Dapodikdas lebih cepat lebih baik, tentu juga dengan akurasi data yang baik berdasarkan fakta serta bukti fisik dan data pendukung yang ada.

Pada saat ini aplikasi Dapodikdas batas akhir / deadline sinkronisasi pada tanggal 15 September 2015. Bagi rekan-rekan yang sudah melakukan sinkronisasi dan selesai, silahkan cek kembali pada beberapa data di aplikasi Dapodikdasnya, siapa tahu masih ditemukan beberapa data penting yang terlewat ataupun bahkan perlu diperbaiki.


Dan bagi Rekan-rekan yang belum selesai tentu saja lebih cepat lebih baik agar nantinya data-data yang kita kirimkan dapat terakomodir di server Dapodik pusat sebelum tanggal 15 September 2015. Setiap selesai sinkronisasi aplikasi Dapodikdas V.4.0.0 akan muncul pemberitahuan batas akhir pengiriman data pada setiap versinya sebagaimana tampilan gambar di atas.

Berkemungkinan besar pada tanggal 15 September 2015 merupakan penarikan data untuk alokasi Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Demikian informasi mengenai batas akhir pengiriman data melalui aplikasi Dapodikdas V.4.0.0 pada semester I (ganjil) tahun ajaran 2015/2016 sampai dengan hari ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam satu data berkualitas…!

Pemerintah mengalokasikan Rp7,9 triliun untuk Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun di RAPBN 2016. Hal ini yang menyebabkan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalami penurunan.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, total anggaran fungsi pendidikan 2016 ada Rp424,25 triliun. Namun Kemendikbud hanya menerima Rp49,2 triliun atau turun dari Rp53,2 triliun yang diterima 2015 lalu.

Menurut Anies, penurunan ini bukan karena penyerapan yang rendah melainkan banyak dana pusat yang ditransfer ke daerah. Salah satunya untuk Wajar 12 Tahun sebanyak Rp7,9 triliun. "Memang kesannya turun. Tapi itu karena ada sebagian anggaran kita yang dimasukkan ke kotak daerah," kata Anies ketika ditemui di kantor Kemendikbud, Jumat 14 Agustus 2015 kemarin.

Mantan Rektor Universitas Paramadina menuturkan, Rp7,9 triliun digelontorkan untuk Wajar 12 Tahun karena sudah amanat Presiden. Kemudian Presiden juga mengamanatkan jika sebisa mungkin anggaran ditransfer ke daerah sehingga daerah turut berkontribusi membangun.

Oleh karena itu pula, kata dia, dana Wajar 12 Tahun itu diprioritaskan untuk membangun ruang kelas atau sekolah baru. Lalu sisanya untuk para guru melalui pelatihan dan pendampingan.

Anies menjelaskan, proyeksi pembangunan infrastruktur untuk Wajar 12 Tahun pun sudah dibuat. Yakni diperlukan 108.000 ruang kelas baru untuk lima tahun ke depan. Selanjutnya sebanyak 30.000 perpustakaan, 30.000 laboratorium baru dan 5.000 unit sekolah baru.

Nanti anggaran itu akan langsung ditransfer ke daerah dengan melihat dulu usulan kebutuhan yang dibuat pemerintah daerah
Pemerintah mengalokasikan Rp7,9 triliun untuk Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun di RAPBN 2016. Hal ini yang menyebabkan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalami penurunan.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, total anggaran fungsi pendidikan 2016 ada Rp424,25 triliun. Namun Kemendikbud hanya menerima Rp49,2 triliun atau turun dari Rp53,2 triliun yang diterima 2015 lalu.

Menurut Anies, penurunan ini bukan karena penyerapan yang rendah melainkan banyak dana pusat yang ditransfer ke daerah. Salah satunya untuk Wajar 12 Tahun sebanyak Rp7,9 triliun. "Memang kesannya turun. Tapi itu karena ada sebagian anggaran kita yang dimasukkan ke kotak daerah," kata Anies ketika ditemui di kantor Kemendikbud, Jumat 14 Agustus 2015 kemarin.

Mantan Rektor Universitas Paramadina menuturkan, Rp7,9 triliun digelontorkan untuk Wajar 12 Tahun karena sudah amanat Presiden. Kemudian Presiden juga mengamanatkan jika sebisa mungkin anggaran ditransfer ke daerah sehingga daerah turut berkontribusi membangun.

Oleh karena itu pula, kata dia, dana Wajar 12 Tahun itu diprioritaskan untuk membangun ruang kelas atau sekolah baru. Lalu sisanya untuk para guru melalui pelatihan dan pendampingan.

Anies menjelaskan, proyeksi pembangunan infrastruktur untuk Wajar 12 Tahun pun sudah dibuat. Yakni diperlukan 108.000 ruang kelas baru untuk lima tahun ke depan. Selanjutnya sebanyak 30.000 perpustakaan, 30.000 laboratorium baru dan 5.000 unit sekolah baru.

Nanti anggaran itu akan langsung ditransfer ke daerah dengan melihat dulu usulan kebutuhan yang dibuat pemerintah daerah.

PEMDA LEPAS DAN TERIMA PESERTA SM-3T

Written by Minggu, 30 Agustus 2015 15:44
Pemerintah Kabupaten Ende melepas peserta Sarjana Mendidik Di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) Angkatan IV tahun 2014 berjmlah 95 orang dan merima Peserta SM-3t Angkatan V tahun 2015 berjumlah 89 orang yang berasal dari universitas Pendidikan Ganesa Singa Raja, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Negeri Padang.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs. H. Ahmad Abdul Gefar, mengatakan ini dalam laporannya pada Acara Pelepasan Peserta SM-3T Angkatan V Tahun 2014 dan Penerimaan Peserta SM-3T Angkatan V Tahun 2015 di Aula SMK Negeri 2 Ende (Rabu, 26/08/2014).

Menurutnya, para peserta SM-3T merupakan calon guru professional yang akan melakukan Praktek Pengalaman Lapangan Pendidikan Profesi Guru (PPL PPG) selama setahun berada di Kabupaten Ende dan akan memulai tugasnya sebagai guru pada bulan Agustus 2015-Juli 2016. Sebagai guru di daerah 3T demikian Ahmad Gefar dalam pengabdiannya tetap mengedepankan tugasnya  yang professional dan mulia mendidik, mengajar, membmbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.


Menjadi guru yang profesional  lanjut Ahmad Gefar  memerlukan keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu yang diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru. Dengan demikian selama setahun diakhir masa PPL PPG kata Abdul,  peserta SM-3T angkatan IV tahun 2014 kembali ke kampus masing-masing sebagai penyelenggara PPG.

Ia menuturkan, sebelum praktek lapangan berlangsung para peserta SM-3T baik angkatan IV tahun 2014 maupun angkatan V tahun 2015, melewati tahap prakondisi yang dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara, guna membekali diri peserta dalam kesiapannya baik fisik maupun mental. 

Ia menambahkan, selama peserta SM-3T melakukan PPL kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan akademik dan non akademik. (Humas/Ende/Inggrita Dewi)